Tim Dayung Jateng Jajal Rawa Pening

Tim dayung Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Jateng diharapkan cepat beradaptasi di tempat pemusatan latihan (TC), sekaligus mencoba venue dayung Popnas XIV 2017 di Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Demi mempercepat proses tersebut, trio pelatih dayung Akhmad Afik, Arip Chadiri, dan Agus Supriyanto menginstruksikan kepada para pedayung pelajar untuk memulai latihan fisik, berupa jogging, angkat berat, dan beberapa permainan untuk meningkatkan stamina, serta kekuatan fisik pedayung.

Selain latihan fisik, para pedayung juga sudah mulai menyiapkan dayung yang mereka gunakan, beserta perahu kayak, cano, dan rowing untuk berlomba nantinya. “Mereka kami minta mempersiapkan peralatan berlomba yang sesuai, ataupun sudah terbiasa digunakan. Jadi ketika nanti terjun ke lintasan tinggal mengayuh saja,” kata Afik sebagaimana dikutip siaran pers tim Popda Jateng.

Para pedayung yang berjumlah 12 pelajar, terdiri dari delapan putra dan empat putri ini tampak serius menjalani latihan fisik pada pagi hari. Sementara itu, pada sore hari, para pedayung diminta untuk berlatih teknik, berupa simulasi mendayung dengan batas waktu tertentu.

Afik menambahkan bahwa tim dayung pada bulan ini sudah masuk tahap pra -kompetisi. Oleh sebab itu, pihaknya juga secara ketat mengawasi kondisi pedayung.

“Jangan sampai ada yang kurang beristirahat dan jatuh sakit, sebab Popnas kurang sekitar satu bulan lagi dimulai,” tambahnya.

Pada Popnas XIV 2017 nanti, tim dayung akan diperkuat oleh satu pedayung rowing putra Muhammad Irfan Arfian, tiga pedayung cano putra Muhammad Ferry, Kristiyan Arde Priyanto, dan Rayhan Maulana W. Sementara itu, empat pedayung kayak putra Muhammad Saefullah Fatah, Muhammad Syukron In’am, Agung Kurniawan, dan Tri Digdo Wahono, serta empat kayak putri Anita Riski Haryati, Fitriani Nadia Putri, Karisma Mulia Nurmalita, dan Silvie Mulia Maharani.

Tim pelatih menargetkan di Popnas XIV 2017 di Jateng ini bisa melampaui hasil dua medali perak pada Popnas XIII di Jabar yang lalu.