Sebelum Batas Akhir, Ratusan Warga di Grobogan Bongkar Sendiri Bangunan di Sempadan Irigasi

Ratusan bangunan yang berdiri di atas sempadan saluran sekunder Mlilir daerah irigasi Bendung Glapan rencananya akan dibongkar oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Sesuai kesepakatan bersama beberapa hari lalu, pembongkaran bangunan berupa toko dan rumah tinggal itu akan dilakukan pekan depan. Yakni dari tanggal 8-10 Agustus.

Dari pantauan di lapangan, sebelum pelaksanaan kebijakan tersebut, sudah banyak bangunan yang dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Setelah dibongkar sebagian pemilik mendirikan bangunan itu ke lahan pribadi. Namun, ada pula yang membawanya untuk disimpan terlebih dulu.

Kepala BBWS Pemali Juana Rubhan Ruzziyatno mengatakan, penertiban bangunan di atas saluran tersebut sedianya dilakukan oleh warga sendiri dengan batas waktu sampai 31 Juli lalu. Namun, sampai batas akhir ternyata masih banyak bangunan yang belum dibongkar.

Jumlah seluruh bangunan di kawasan Bendung Glapan mencapai 246 unit yang ada di sepanjang saluran irigasi. Yakni, dari Desa Ginggangtani sampai Desa Kemiri di Kecamatan Gubug. Dari jumlah itu, bangunan yang sudah dibongkar pemiliknya ada 116 unit.

“Di sempadan irigasi tidak boleh didirikan bangunan. Daerah itu untuk inspeksi irigasi guna pemeliharaan dan rehabilitasi,” jelasnya.

Untuk bangunan yang masih berdiri akan dibongkar sampai bersih. Dalam eksekusi pekan depan, pihaknya menyediakan sebuah alat berat dan sejumlah personil. Untuk kelancaran pembongkaran, pihaknya juga minta bantuan personil dari Satpol PP, Polisi dan TNI.