Rawa Pening Bersiap Selenggarakan Lomba Dayung Tingkat Nasional

Danau Rawa Pening yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah sedang bersiap untuk pelaksanaan lomba dayung tingkat nasional pada bulan September mendatang, sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Imam Santoso di Semarang (14/5).

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah membebaskan danau alami ini dari enceng gondok. “Danau rawa pening berbeda dengan danau lainnya, karena enceng gondoknya amat banyak. Sehingga kita kemudian sejak tahun kemarin mendatangkan beberapa alat berat,” jelas Dirjen SDA.

“Enceng gondok menjadi masalah di rawa pening, solusinya adalah setiap hari kita keruk, ditarik, di-harvest. Lama-lama akan habis. Sekarang sudah mulai bersih, kita lakukan pematokan, masyarakat juga sudah mulai tahu kalau ini sudah mulai bersih,” tambah Dirjen SDA.

Saat ini dari luasan 1.800 hektar, sekitar 1.200 hektar sudah bebas dari enceng gondok. Pembersihan masif dilakukan sejak awal tahun 2017, menyusul ditetapkannya Danau Rawa Pening sebagai tempat lomba dayung nasional pada bulan September 2017. Menurut Imam Santoso, lomba dayung membutuhkan lahan yang amat luas, dan bersih dari gulma. Lahan kosong minimal harus tersedia 2.200 meter. Oleh karenanya, satuan kerja akan terus bekerja memenuhi persyaratan itu.

“Minimal syarat luasan, kan, 2.200 meter. Rawa pening ini seperti di Jakabaring Sport Center, di sini sedang disiapkan 2.200 meter untuk lintasan lomba dan saat ini sudah hampir selesai” tambah Imam Santoso.

Selain persiapan pelaksanaan lomba, revitalisasi Rawa Pening, sambung Dirjen SDA, utamanya adalah untuk mengembalikan fungsi dari danau itu sendiri sebagai tampungan air.

Sebagaimana diketahui, Danau Rawa Pening termasuk ke dalam lima belas danau dengan status kritis, seperti halnya Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Limboto di Gorontalo dan Danau Temoe di Sulawesi Selatan.

Danau Rawa Pening memiliki beberapa fungsi, yakni sebagai suplai Daerah Irigasi Tuntang Jelok, DI Glapan Timur dan DI Glapan Barat, serta suplesi DI Pelayaran Buaran, dengan total area layanan seluas 20.067 Hektar.

Kemudian Danau Rawa Pening juga merupakan menyediakan air baku untuk area Sumber Air Muncul sebesar 500 liter per detik dan Kanal Tuntang sebesar 250 liter per detik. Lalu sebagai sumber energi untuk PLTA Jelok dan PLTA Timo dengan daya maksimum sebesar 20,5 MW. Rawa Pening juga dapat mereduksi debit banjir yang melanda Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak melalui pintu pengatur Bendung Tuntang.

Selain itu, Rawa Pening juga dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu tempat wisata air dan yang tengah digalakkan sebagai lokasi pelaksanaan olah raga air. Dengan berbagai fungsi yang dimiliki Danau Rawa Pening, sudah selayaknya operasi dan pemeliharaan dilaksanakan secara berkelanjutan, seraya mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian air demi kesejahteraan bersama.